PADANG|Spanduk biru bertuliskan “KOBAR SEMANGAT” membentang mencolok di Padang Selatan, bukan sekadar latar kegiatan, melainkan simbol pesan kepemimpinan yang ingin disampaikan langsung kepada warga. Di titik inilah Wilman Muchtar, S.Sos., M.Si., Camat Padang Selatan, menyalakan api perubahan melalui peluncuran Program My Darling, singkatan dari Masyarakat Sadar Lingkungan.
Peluncuran My Darling bukan seremoni biasa. Wilman Muchtar hadir bukan sebagai pejabat yang memberi instruksi dari atas mimbar, melainkan sebagai penggerak yang mengajak warga berdiri sejajar. Ia menempatkan masyarakat sebagai subjek utama, bukan sekadar penerima kebijakan.
Bagi Wilman Muchtar, persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan hanya dengan surat edaran atau imbauan administratif. Kesadaran harus tumbuh dari kebiasaan, dari keteladanan, dan dari keterlibatan langsung warga dalam menjaga ruang hidupnya sendiri.
“Kita ingin menyalakan semangat dari lingkungan terdekat,” ujar Wilman Muchtar di hadapan ASN, tokoh masyarakat, dan warga. Baginya, rumah, RT, RW, hingga ruang publik adalah titik awal perubahan menuju Padang Selatan yang lebih bersih dan sehat.
Program My Darling dirancang membumi dan realistis. Edukasi pengelolaan sampah, pembiasaan perilaku bersih, serta penguatan peran komunitas lokal menjadi fondasi gerakan ini agar mudah diterima dan dijalankan masyarakat.
Wilman Muchtar menegaskan, lurah, RT, RW, tokoh masyarakat, hingga pelaku UMKM merupakan simpul penting yang menjaga denyut My Darling tetap hidup. Gerakan ini, katanya, harus tumbuh dari bawah dan dirawat bersama.
Suasana peluncuran My Darling terasa inklusif. ASN dan warga berbaur tanpa sekat, berdiskusi, bertukar gagasan, dan menyepakati komitmen bersama untuk menjadikan lingkungan sebagai tanggung jawab kolektif.
Visual “Kobar Semangat” yang menampilkan sosok camat Padang Selatan menjadi penguat pesan kepemimpinan terbuka. Wilman Muchtar ingin menunjukkan bahwa perubahan tidak lahir dari jarak, melainkan dari kedekatan dan kepercayaan.
Dalam kesempatan itu, Wilman Muchtar juga menyampaikan apresiasi kepada Rahmat Wijaya, Anggota DPRD Kota Padang dari Partai Gerindra daerah pemilihan Padang Selatan, yang memberikan dukungan penuh terhadap lahirnya Program My Darling.
Dukungan DPRD Kota Padang tersebut dinilai strategis karena memperkuat sinergi antara kebijakan dan gerakan sosial. Bagi Wilman Muchtar, kolaborasi ini memastikan My Darling tidak berhenti sebagai agenda sesaat.
Rahmat Wijaya dikenal konsisten mendorong program yang menyentuh kebutuhan langsung warga. Keberpihakan terhadap isu lingkungan menjadi energi tambahan bagi Padang Selatan untuk melangkah lebih progresif.
Wilman Muchtar menegaskan bahwa My Darling akan dikawal secara berkelanjutan melalui evaluasi rutin dan pelibatan komunitas lintas sektor. Ia ingin gerakan ini tumbuh menjadi budaya, bukan sekadar proyek.
Menurutnya, investasi sosial melalui lingkungan yang bersih akan berdampak luas. Kesehatan meningkat, kualitas hidup membaik, dan ekonomi lokal ikut bergerak seiring tumbuhnya kesadaran kolektif.
Dengan My Darling, Wilman Muchtar meletakkan fondasi kepemimpinan partisipatif di tingkat kecamatan. Ia membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama.
Padang Selatan pun perlahan menapaki jalan menuju kawasan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dari spanduk “Kobar Semangat” hingga aksi warga, My Darling menjadi penanda ikhtiar bersama yang terus menyala.
Andri HD

0 Komentar