BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE "INFORMASI KILAS NUSANTARA"

Dari Silaturahmi Jadi Sorotan Serius, Kombes Pol Reza Jawab Keluhan Ojol Soal Penumpang Tak Mau Pakai Helm

  

PADANG | Hangatnya suasana silaturahmi dalam kegiatan Ngobrol Bareng (Ngobras) yang digelar Ditlantas Polda Sumatera Barat mendadak berubah arah. Dari sekadar ajang ngopi santai, forum itu menjelma menjadi ruang diskusi terbuka yang sarat kritik, pengalaman lapangan, hingga kegelisahan para pengemudi ojek online (ojol).

Di tengah suasana yang cair, satu persoalan muncul ke permukaan dan langsung menyedot perhatian: penumpang ojol yang enggan menggunakan helm. Keluhan ini disampaikan tanpa basa-basi oleh para driver yang setiap hari berjibaku di jalanan.

Di hadapan Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza, para pengemudi menyampaikan realitas yang mereka hadapi. Mereka bukan hanya berhadapan dengan kemacetan dan risiko kecelakaan, tetapi juga dengan penumpang yang kerap menolak aturan keselamatan.

Alasan yang muncul pun beragam. Ada yang terburu-buru, ada yang merasa tidak nyaman, bahkan ada yang menyepelekan pentingnya helm untuk perjalanan jarak dekat. Situasi ini menempatkan driver dalam posisi serba salah.

Jika dipaksa, penumpang bisa membatalkan perjalanan. Namun jika dibiarkan, risiko hukum dan keselamatan mengintai. Dilema ini menjadi potret nyata yang selama ini jarang terungkap secara langsung di forum resmi.

Menanggapi hal tersebut, Kombes Pol Reza menunjukkan sikap tegas. Ia menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas bukanlah pilihan yang bisa dinegosiasikan, melainkan kewajiban mutlak bagi setiap pengguna jalan.

Menurutnya, helm bukan sekadar pelengkap atau formalitas aturan, melainkan perlindungan utama yang dapat menyelamatkan nyawa. Bahkan dalam perjalanan singkat sekalipun, risiko kecelakaan tetap ada dan tidak bisa diprediksi.

Dalam dialog yang berlangsung terbuka, Reza juga menekankan pentingnya peran driver ojol sebagai ujung tombak perubahan budaya berlalu lintas. Interaksi langsung dengan penumpang dinilai menjadi ruang edukasi yang sangat efektif.

Ia mengingatkan bahwa membangun kesadaran tidak selalu harus melalui pendekatan formal. Percakapan sederhana antara driver dan penumpang bisa menjadi awal perubahan perilaku di jalan raya.

Namun di sisi lain, ia memastikan bahwa penegakan hukum tetap berjalan. Kepolisian tidak akan menutup mata terhadap pelanggaran, terutama yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Meski demikian, pendekatan humanis tetap menjadi prioritas. Polisi hadir bukan semata sebagai penindak, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang mendorong terciptanya budaya tertib berlalu lintas.

Forum Ngobras tersebut akhirnya menjadi titik temu antara dua kepentingan: penegakan aturan dan realitas di lapangan. Dari diskusi itu, muncul kesadaran bersama bahwa keselamatan adalah tanggung jawab kolektif.

Para driver ojol pun berharap ada langkah konkret yang bisa membantu mereka, termasuk sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat serta keterlibatan perusahaan aplikasi dalam mengedukasi pengguna.

Menanggapi hal itu, Kombes Pol Reza membuka ruang kolaborasi. Ia menilai sinergi antara kepolisian, penyedia aplikasi, dan komunitas ojol menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan yang selama ini berlarut.

Ia juga mengingatkan bahwa perubahan perilaku tidak terjadi dalam semalam. Dibutuhkan konsistensi, edukasi berkelanjutan, dan komitmen kuat dari semua pihak untuk menanamkan budaya keselamatan.

Momentum halal bihalal yang menjadi latar kegiatan itu pun berubah menjadi refleksi mendalam. Dari obrolan santai, lahir kesadaran bahwa keselamatan di jalan masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Di akhir kegiatan, satu pesan menguat dan tak terbantahkan: tidak ada kompromi untuk keselamatan. Helm bukan pilihan, melainkan kewajiban yang harus dipatuhi oleh pengendara maupun penumpang.

Dengan komitmen yang ditegaskan dalam forum tersebut, harapan pun muncul. Jalan raya bukan sekadar ruang mobilitas, tetapi juga ruang tanggung jawab, di mana setiap nyawa harus dijaga dengan disiplin dan kesadaran bersama.


(TIM)

Posting Komentar

0 Komentar