PASAMAN BARAT | Hangatnya suasana pasca Idulfitri begitu terasa di Masjid Al-Mukminin, Pasaman Baru, ketika jajaran Satlantas Polres Pasaman Barat hadir dalam kegiatan halalbihalal bersama tokoh agama dan masyarakat, Kamis (2/4/2026).
Momentum ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang pertemuan yang menghadirkan kedekatan emosional antara aparat kepolisian dengan warga yang selama ini dilayani.
Di tengah suasana penuh kekeluargaan itu, AKP Nanin Aprilia Fitriani tampak membaur tanpa sekat, duduk bersama jamaah, menyapa dengan senyum, dan menciptakan nuansa yang jauh dari kesan formalitas.
Kehadirannya menjadi representasi nyata dari arahan Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., yang menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap tugas kepolisian.
Ucapan selamat Idulfitri yang disampaikan pun terasa tulus dan menyentuh, mengalir sebagai bagian dari komunikasi yang tidak kaku, melainkan penuh empati.
Dalam momen itu, AKP Nanin menegaskan bahwa halalbihalal bukan hanya ajang saling memaafkan, tetapi juga sarana memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Menurutnya, kedekatan tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari stakeholder hingga masyarakat, yang telah berperan aktif dalam menyukseskan Operasi Ketupat Singgalang 2026.
Berkat kolaborasi tersebut, situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama Ramadan hingga Idulfitri berjalan aman dan kondusif.
Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama, AKP Nanin memperkenalkan program “Polantas Menyapa” sebagai wajah baru pelayanan publik yang lebih cepat, ramah, dan efisien.
Program ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam pengurusan SIM serta pembayaran pajak kendaraan bermotor, sekaligus memperkuat citra polisi sebagai sahabat masyarakat.
Pesan penting juga disampaikan kepada seluruh warga agar menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, dengan mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan di jalan.
Ajakan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana, namun memiliki makna mendalam tentang pentingnya kesadaran kolektif dalam berkendara.
Kehadiran polisi di masjid menjadi simbol kuat bahwa institusi kepolisian tidak berdiri di luar masyarakat, melainkan menjadi bagian yang hidup di dalamnya.
Nilai-nilai humanis yang ditanamkan pimpinan pun terlihat nyata dalam sikap anggota yang lebih banyak mendengar, menyapa, dan membangun kepercayaan publik.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kanit Kamsel Aiptu Harion Eka Putra, anggota DPRD Pasaman Barat Adriwilza, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Halalbihalal tersebut akhirnya menjadi ruang dialog yang hangat, di mana pesan keselamatan berlalu lintas tersampaikan secara efektif dan menyentuh hati masyarakat.
Inilah wajah kepolisian yang kini semakin dirasakan: hadir dengan ketulusan, dekat tanpa jarak, dan peduli terhadap setiap denyut kehidupan masyarakat.
(TIM)

0 Komentar