PASAMAN BARAT |Di tengah suasana hening dan penuh makna peringatan Jumat Agung, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menyampaikan pesan yang tidak sekadar formalitas, tetapi mengandung kedalaman empati dan ketulusan bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah.
Momentum sakral tersebut dimanfaatkan sebagai ruang untuk mempererat rasa kemanusiaan di tengah masyarakat yang majemuk, di mana keberagaman menjadi warna yang memperkaya kehidupan sosial di Pasaman Barat.
Didampingi jajaran personel serta Bhayangkari, kehadiran Kapolres tidak hanya mencerminkan tanggung jawab institusional dalam menjaga keamanan, tetapi juga menegaskan sentuhan humanis yang mengedepankan rasa hormat terhadap keyakinan setiap warga.
Bagi AKBP Agung Tribawanto, Jumat Agung bukan hanya ritual keagamaan, melainkan refleksi mendalam tentang nilai kasih, pengorbanan, dan kedamaian yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menyampaikan harapan agar momen tersebut mampu menghadirkan ketenangan batin sekaligus memperkuat hubungan spiritual masyarakat dengan Tuhan.
Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya menjadikan peringatan ini sebagai titik penguat persaudaraan antarwarga, tanpa memandang perbedaan latar belakang agama maupun budaya.
Menurutnya, toleransi sejati tidak berhenti pada ucapan, melainkan harus diwujudkan dalam sikap nyata sehari-hari, melalui saling menghormati dan menjaga satu sama lain.
Dalam memastikan kenyamanan ibadah, Polres Pasaman Barat juga melakukan pengamanan secara maksimal, dengan pendekatan yang lebih mengedepankan sisi humanis.
Kehadiran aparat kepolisian di lokasi ibadah dirancang bukan untuk menciptakan ketegangan, melainkan memberikan rasa aman yang menenangkan bagi masyarakat.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik, bahwa polisi hadir sebagai pelindung sekaligus sahabat masyarakat.
Kapolres juga menilai bahwa rasa aman tidak semata-mata lahir dari penjagaan aparat, tetapi dari kesadaran kolektif masyarakat untuk saling menjaga dan menghargai.
Ia melihat keberagaman di Pasaman Barat sebagai kekuatan besar yang harus dirawat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab bersama.
Nilai pengorbanan yang terkandung dalam Jumat Agung diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian.
Pesan yang disampaikan mencerminkan bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga penjaga nilai-nilai kemanusiaan yang hidup di tengah masyarakat.
Kepemimpinan yang ditunjukkan AKBP Agung Tribawanto pun dinilai dekat dengan masyarakat, memahami denyut kehidupan sosial, serta mampu menghadirkan keteduhan di tengah keberagaman.
Pada akhirnya, Jumat Agung kembali menjadi pengingat bahwa kedamaian sejati tumbuh dari empati, toleransi, dan kemampuan untuk saling memahami dalam perbedaan yang ada.
(TIEAM)

0 Komentar