Padang, 21 Agustus 2026 | Komitmen menghadirkan pembinaan yang berkualitas bagi warga binaan terus diperkuat oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Padang. Pada Jumat (21/8/2026), Lapas Perempuan Padang resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Gempita Kota Padang sebagai langkah nyata memperluas akses pendidikan kesetaraan bagi warga binaan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pembinaan Bundo Kanduang Lapas Perempuan Kelas IIB Padang tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan dunia pendidikan. Melalui kolaborasi ini, warga binaan akan memperoleh kesempatan mengikuti program pendidikan kesetaraan sesuai jenjang yang dibutuhkan, sehingga tetap dapat melanjutkan pendidikan meskipun sedang menjalani masa pidana.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh kedua belah pihak dan dilanjutkan dengan sambutan yang menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan program pembinaan yang berkelanjutan, inklusif, dan berdampak nyata bagi masa depan warga binaan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, Susi Andriani Pohan, menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu kunci utama keberhasilan proses pembinaan di dalam lapas. Menurutnya, pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan hukuman, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia agar siap kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat.
"Pendidikan adalah investasi masa depan. Melalui kerja sama dengan PKBM Gempita, kami ingin memastikan setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan membangun harapan baru. Bekal pendidikan akan menjadi modal penting ketika mereka kembali ke masyarakat," ujar Susi Andriani Pohan.
Sementara itu, pihak PKBM Gempita Kota Padang menyambut baik kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan kesetaraan secara maksimal. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih mandiri, produktif, dan percaya diri.
Kerja sama ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas Perempuan Kelas IIB Padang terus berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan mengedepankan pendidikan sebagai salah satu pilar utama pembinaan, Lapas Perempuan Padang berharap dapat melahirkan warga binaan yang siap berintegrasi kembali dengan masyarakat serta memiliki peluang lebih besar untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
Melalui sinergi ini, Lapas Perempuan Kelas IIB Padang kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada pembinaan yang berkelanjutan.
ANDRI

0 Komentar