Sumatera Barat| memulai langkah serius dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak awal tahun. Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat secara resmi menggelar Operasi Keselamatan Singgalang 2026 yang akan berlangsung selama dua pekan penuh sebagai bagian dari upaya menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan berkeselamatan.
Operasi ini diawali dengan Apel Gelar Pasukan yang menandai dimulainya rangkaian kegiatan lapangan secara serentak di seluruh wilayah Sumatera Barat. Momentum ini menjadi simbol kesiapan aparat sekaligus pesan kuat kepada masyarakat bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Singgalang 2026 tidak dimaknai sebagai razia semata, melainkan sebagai gerakan edukasi massif untuk membangun kesadaran kolektif pengguna jalan.
Menurutnya, pendekatan preemtif dan preventif menjadi roh utama operasi tahun ini. Sosialisasi langsung kepada masyarakat, edukasi keselamatan, serta teguran simpatik lebih dikedepankan dibandingkan tindakan represif, tanpa mengesampingkan penegakan hukum bagi pelanggaran yang membahayakan.
Kombes Pol Reza menekankan bahwa disiplin berlalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi kebutuhan dasar untuk melindungi nyawa. Ia mengajak masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama setiap kali berkendara, baik jarak dekat maupun jauh.
Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengingatkan bahwa tertib berlalu lintas seharusnya dimulai dari kesadaran pribadi, bukan karena kehadiran petugas di jalan. Budaya patuh aturan diyakini menjadi benteng utama mencegah kecelakaan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi fisik pengendara dan kelayakan kendaraan sebelum beraktivitas. Menurutnya, kecelakaan sering kali dipicu oleh kelalaian kecil yang seharusnya bisa dicegah sejak dari rumah.
Selain menyasar perilaku pengendara, Ditlantas Polda Sumbar memberikan perhatian serius pada kelaikan kendaraan, khususnya angkutan umum dan angkutan barang. Pemeriksaan teknis atau ramp check dilakukan secara intensif di terminal dan titik strategis.
Langkah ini diambil sebagai upaya menekan risiko kecelakaan akibat kerusakan teknis kendaraan, kelebihan muatan, maupun pengabaian standar keselamatan yang kerap terjadi di lapangan.
Meski mengedepankan pendekatan humanis, Operasi Keselamatan Singgalang 2026 tetap memiliki fokus pengawasan yang tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi fatal. Sembilan jenis pelanggaran prioritas menjadi sasaran utama selama operasi berlangsung.
Pelanggaran tersebut meliputi penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi, kendaraan tanpa dokumen lengkap, rotator dan sirene ilegal, pelat nomor tidak standar, hingga pengendara yang tidak menggunakan helm berstandar nasional.
Selain itu, petugas juga menindak pelanggaran berboncengan lebih dari satu orang, penyalahgunaan fungsi kendaraan angkutan barang, praktik travel ilegal, serta parkir sembarangan yang memicu kemacetan dan kecelakaan.
Melalui operasi ini, Polda Sumbar berharap tercipta perubahan perilaku yang berkelanjutan di tengah masyarakat, bukan hanya selama operasi berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari di jalan raya.
Dengan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas, Polda Sumbar optimistis angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan, terutama menjelang periode rawan arus mudik yang menuntut kesiapan maksimal semua pihak.
Operasi Keselamatan Singgalang 2026 menjadi fondasi awal menuju lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan manusiawi, sekaligus wujud komitmen Polri dalam menjaga keselamatan setiap pengguna jalan di Sumatera Barat.
Penulis: Andri HD

0 Komentar